Thursday, September 22, 2022

Cara Mendapatkan Cuan Dari TipTip Platform

Penulis: Dhona Maria Ananda

Teman-teman, masa pandemi membuat hampir sebagian besar masyarakat Indonesia rajin berselancar di Internet. Ada yang mencari hiburan, berita, kebutuhan sehari-hari, bahkan mencari penghasilan tambahan. Walaupun pandemi akan segera berakhir, beragam perusahaan start up terus bermunculan mencari peluang untuk bersaing dan bertumbuh. Termasuk aplikasi yang menghasilkan cuan bagi penggunanya seperti TipTip. Lantas, apa itu TipTip platform dan bagaimana cara mendapatkan cuan dari TipTip Platform? Yuk, disimak artikelnya.

TipTip tv
Sumber: tiptip platform

Apa itu TipTip?

Teman-teman, Tip-tip merupakan sebuah platform yang menyediakan para konten kreator sebuah tempat untuk bertumbuh. Bagaimana tidak, platform yang dikhususkan untuk pasar Asia Tenggara tersebut memberikan kesempatan para konten kreator untuk mendapatkan cuan lebih cepat. Menyenangkan, bukan? Tagline "home for creator" memang benar-benar diusung oleh Tiptip benar-benar membuat cuan cepat diterima oleh kreator baru ataupun yang sudah jadi.

Konten yang tersedia di Tiptip platform juga beragam, seperti music, casual talk, beauty & skincare, cooking&food, personal development, workout & fitness classes, juga parenting & relationship.

Fitur tiptip tv
Sumber: ventures

Fitur apa saja yang ada di TipTip?

Adapun fitur-fitur yang ada di Tip-tip platform antara lain sesi Interaktif, Share Screen, Sesi Live Berbayar, Virtual Gift atau Tip, Kemudahan Monetitasi, Konten Digital, dan Tip Daily Bonus Check In. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai fitur-fitur tersebut, Teman-teman dapat kunjungi artikel saya yang berjudul: Mengenal Rumah Kreator, TipTip platform, ya.

Sumber: canva

Bagaimana cara mendapatkan cuan dari TipTip Platform?

Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan cuan dari TipTip platform, yaitu:

1. Membuat Sesi Gratis

Cara mendapatkan cuan dari sesi live gratis adalah dengan membuat acara senyaman dan semenyenangkan mungkin untuk para audience gratisan, sehingga mereka bersedia memberikan tipping coin. Hasilnya dapat diuangkan langsung setelah sesi.

2. Membuat Sesi Premium

Cara mendapatkan cuan dari sesi live premium adalah dengan membebankan biaya kepada audience bagi mereka yang berminat mengikuti. Besarnya biaya atau booking fee ditentukan oleh Teman-teman sendiri. Selain itu, apabila audience menyukai sesi livenya, Teman-teman berkesempatan juga untuk mendapatkan tipping coin tambahan. Tentunya, hal tersebut membuat cuan Teman-teman bertambah tebal.

Bagaimana cara membuat sesi live?

1. Pilih tanda (+) dan tentukan jenis sesi yang ingin dibuat (premium atau gratis).

2. Jika memilih premium, Teman-teman harus menentukan jumlah maksimal audience dan besaran jumlah booking fee untuk dapat menonton sesi live.

Jika memilih sesi gratis, Teman-teman hanya perlu menentukan jumlah audience yang akan menonton live.

3. Lengkapi detail sesi seperti judul, deskripsi, durasi, serta tanggal dan waktu.

4. Upload poster untuk sesi yang akan dilakukan dengan menggunakan template dari TipTip atau membuatnya sendiri.

5. Pastikan informasi yang berkaitan dengan sesi live tersebut tidak ada kesalahan, karena tidak ada fitur edit. Jika sudah pasti dapat langsung diunggah.

6. Tunggu email konfirmasi. Biasanya akan ada email kembali 24 jam atau 30 menit sebelum live dimulai.

7. Jangan lupa promosi agar banyak audience yang menonton sesi live.


Nah, Teman-teman, begitulah gambaran singkat mengenai apa itu TipTip dan cara mendapatkan cuan dari TipTip platform.

Walaupun sudah daftar menjadi salah satu kreator TipTip, saya pribadi belum pernah mengadakan sesi live premium atau gratis karena masih terkendala waktu. Nantikan pengalaman pertama sesi live saya di TipTip lain waktu, ya, Teman-teman. 

Jangan lupa untuk pakai kode referral saya (t42qqstq) apabila Teman-teman berminat daftar menjadi konten kreator, biar sama-sama dapat cuan!

Semoga bermanfaat.


Plandemic Growth YouTube Channel: Donna Maria Ananda

Wednesday, September 21, 2022

Mengenal Rumah Kreator, TipTip Platform

 Penulis: Dhona Maria Ananda

Tiptip tv sumber: tiptip tv

Teman-teman, selama ini kebanyakan para konten kreator mendapatkan rumah dari platform luar negri. Sejumlah syarat yang terkadang memberatkan harus diterima dan dijalankan para konten kreator agar karyanya tetap ditampilkan, begitupun dalam hal monetisasi. Namun, tahukah Teman-teman bahwa dalam satu tahun terakhir mulai bermunculan platform yang berasal dari kawasan Asia, bahkan Indonesia? Hal tersebut tentunya disambut gembira oleh para konten kreator. Salah satunya adalah TipTip. Lantas, apa itu TipTip? Dan fitur apa saja yang ada di sana? Yuk, disimak artikelnya.


Apa itu TipTip?

TipTip adalah suatu platform yang disediakan sebagai rumah bagi para konten kreator. Dengan kata lain, TipTip ditujukan bagi siapa saja yang memiliki kreativitas dalam membuat konten video.

TipTip sendiri berperan sebagai mediator antara konten kreator dan penggemarnya. Namun, platform ini lebih dikhususkan pada pasar Asia Tenggara.

Tiptip hadir untuk memberikan kesempatan para konten kreator mendapatkan monetisasi lebih cepat, tanpa syarat yang ribet. Hal tersebut memungkinkan konten kreator berkesempatan mendapatkan cuan meski audience masih sedikit. Para konten kreator juga tidak perlu kesulitan mengkonversi nilai mata uang asing terhadap rupiah.

Tiptip tv
Sumber: MNC trijaya

Sesuai taglinenya "home for creator", Tiptip menyediakan tempat yang aman untuk para konten kreator untuk berbagi ilmu diberbagai bidang. Rumah konten kreator di sini berarti 'yang baru akan menjadi' dan 'sudah jadi.'

Tiptip juga membagi kategori konten menjadi tujuh, yaitu: music, workout & fitness classes, personal development, beauty & skincare, casual talk, parenting & relationship, juga cooking & food.

Tiptip tv
Sumber: east ventures

Fitur apa saja yang ada di TipTip?

Fitur yang ada di TipTip antara lain:

Sesi Interaktif

TipTip memberikan sarana kepada penonton dalam sesi live untuk beriteraksi langsung dengan kreator favoritnya melalui fitur video dan kamera. Jadi, tidak hanya sekedar memberi komentar berupa teks atau tulisan.

Share Screen

TipTip memberikan sarana kemudahan para konten kreator dalam sesi live untuk menyampaikan materi dengan fitur berbagi layar/share screen.

Sesi Live Berbayar

TipTip memberikan sarana para konten kreator untuk membuat sesi live berbayar dengan kapasitas sampai 50 audience. TipTip juga menyediakan sarana sesi live one on one/private antara kreator dan audience, yang dibuat secara gratis atau berbayar.

Virtual Gift atau Tip

Tiptip memberikan sarana kepada para audience untuk memberikan virtual tip tambahan sebagai wujud rasa puas terhadap sesi live kreator favoritnya. Virtual gift ini berupa coin yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran virtual. Kreator dapat mengumpulkan coin yang didapat dari Tip atau gift dan dapat mencairkannya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kemudahan Monetitasi

Tiptip memberikan kemudahan para kreator untuk melakukan monetisasi atau pencairan dana dengan jumlah saldo minimal yang relatif kecil, yaitu Rp.20.000,-.

Metode pembayaran untuk penarikan saldo kreator juga tersedia dengan banyak pilihan.

Konten Digital

TipTip menyediakan sarana penjualan konten digital yang dibuat oleh kreator berupa ebook, audio, atau video sesi yang dibuat kepada para audience.

Tip Daily Bonus Check In

TipTip menyediakan sarana untuk mendapatkan coin secara gratis. Caranya hanya dengan melakukan check in atau membuka aplikasi TipTip setiap hari sesuai periodenya. Menarik bukan!

Nah, Teman-teman, begitulah gambaran singkat mengenai apa itu TipTip dan beragam fitur menariknya. Bagi Teman-teman yang tertarik menjadi konten kreator atau ingin lebih dekat dengan konten kreator kesayangan bisa langsung dowload saja aplikasi TipTip di Play Store. Jangan lupa masukan kode referral: t42qqstq, apabila Teman-teman ingin menjadi Konten kreator, biar sama-sama dapat cuan!

Semoga bermanfaat.


Plandemic Growth YouTube Channel: Donna Maria Ananda




Tuesday, September 20, 2022

Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis

Penulis: Dhona Maria Ananda

Cara meningkatkan kemampuan menulis
Sumber: canva

Teman-teman, siapa disini yang merasa tidak bisa menulis? Saya yakin sebagian besar manusia yang pernah bersekolah pasti dapat menulis. Setidaknya pernah menyalin tulisan di black board. Namun, apakah Teman-teman tahu bahwa kemampuan menulis dapat ditingkatkan? Iya, tidak ada yang terlahir dengan membawa pena dan kertas, jadi Teman-teman semua memiliki kemampuan sama dalam hal apapun, termasuk menulis. 

Nah, di artikel kali ini saya akan bahas mengenai cara atau tips seorang Donna Maria Ananda untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan menulis. Semoga dapat menjadi inspirasi, ya!


Banyak Membaca
Cara meningkatkan kemampuan menulis
Sumber: canva

Kualitas seorang penulis dapat diketahui dengan sebanyak apa ia membaca. Mungkin Teman-teman ada yang berpikir bahwa untuk mengasah kemampuan menulis adalah dengan terus latihan. Hal tersebut tidak salah, tapi untuk dapat mengetahui cara menulis menarik dan berkualitas, maka Teman-teman harus sering membaca. Dengan sering membaca, Teman-teman juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan sehingga perbendaharaan kosakata bertambah. Selain itu, Teman-teman juga dapat mengetahui informasi terbaru untuk dijadikan bahan tulisan. 

Saya pribadi sering membaca blog dan buku dengan topik yang saya sukai. Contohnya: saya memiliki minat di bidang pengembangan diri dan manajemen keuangan. Maka, saya akan banyak membaca beragam blog dan buku mengenai hal tersebut. Namun, sesekali saya juga membaca topik di luar minat saya agar menambah pengetahuan.

Banyak Menulis
Cara meningkatkan kemampuan menulis
Sumber: canva

Practice makes perfect, betul bukan? Teman-teman, tentu sudah tidak asing mendengar pepatah tersebut. Dengan banyak berlatih, kemampuan Teman-teman dalam merangkai kata dapat terasah secara alami. Selain gaya free writing, jangan lupa untuk melatih kemampuan EYD dan self editing agar tulisan terlihat profesional.

Saya pribadi mengikuti program One Day One Article yang diadakan oleh Indscript Creative agar kemampuan menulis saya terasah. Selain itu, di program tersebut tulisan saya mendapatkan masukan dari kakak-kakak editor agar tampak lebih ciamik. Otomatis di sana saya juga banyak menerima pengetahuan yang memungkinkan self editing. Di waktu senggang, saya juga kerap kali membaca ulang tulisan saya dan membacanya dengan lantang. Hal tersebut berguna untuk mengetahui apakah tulisan saya mengalir dan enak dibaca atau masih banyak kalimat yang terlalu panjang dan kaku.

Bergabung Dengan Komunitas Penulis
Cara meningkatkan kemampuan menulis
Sumber: canva

Bergabung dengan komunitas penulis, baik secara offline atau online, memiliki banyak manfaat. Selain Teman-teman dapat belajar bagaimana caranya menulis dengan baik, Teman-teman juga dapat menemukan beragam trik menulis dan bimbingan gratis dari anggota komunitas. Komunitas penulis juga merupakan wadah Teman-teman untuk berbagi dan berdiskusi seputar dunia literasi. 

Saya pribadi bergabung di komunitas Nulis Bareng buku antologi dan One Day One Article Indscript Creative.

Pada tahun sekarang, komunitas kelas Nulis Bareng telah memasuki gelombang kedua. Sebelumnya pada tahun 2021, gelombang pertama kelas Nulis Bareng telah mencetak para penulis baru melalui 43 batch tantangan menulis buku antologi dengan tema-tema yang telah ditentukan.

Saya pribadi telah menulis 38 buku antologi, 36 buku di gelombang pertama dan 2 buku di gelombang kedua. Sedangkan di program One Day One Article, saya telah menulis 91 artikel.

Cukup mudah dan simple cara Donna Maria Ananda dalam mengasah kemampuan menulis, bukan? Yang terpenting adalah mengembangkan kemauan Teman-teman untuk terus mau belajar dan berlatih. Karena menulis bukanlah perihal bakat, tapi kemampuan yang dapat ditingkatkan. 

Semoga artikelnya bermanfaat, ya!

 

Plandemic Growth YouTube Channel: Donna Maria Ananda



Monday, September 19, 2022

Pilih Jenis Tulisan Fiksi atau Non-Fiksi?

Penulis: Dhona Maria Ananda

Pilih fiksi atau non-fiksi
Sumber: canva

Teman-teman, idola merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi bentuk kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jangan sampai salah memilih idola karena kehidupan seorang fans biasanya banyak yang berakhir seperti panutannya. Hal tersebut pun berlaku di dalam dunia tulis menulis. Biasanya, gaya bahasa dan alur cerita tulisan sangat dipengaruhi oleh idola sang penulis, baik disadari atau tidak. Itulah kekuatan dan kelebihan seorang idola atau influencer. Nah, artikel kali ini akan menceritakan siapa idola Donna Maria Ananda, apa jenis tulisan yang diminati beserta alasannya. Semoga dapat menginspirasi!


Siapa Idola Donna Maria Ananda?

Kalau boleh saya jujur menjawab, saya tidak memiliki penulis idola. Kenapa? Pertama, karena saya membaca beragam jenis buku dan mengagumi setiap penulisnya. Penulis memiliki ciri khas masing-masing dalam menceritakan atau menggambarkan apa yang ingin ia sampaikan, terlepas dari genre apapun. Contohnya: Asma Nadia, Indari Mastuti, James Redfield, Karl May, dan lain sebagainya. 

Kedua, karena saya khawatir kecewa apabila mengidolakan manusia. Semua manusia pasti tidak ada yang sempurna. Untuk saya mengagumi secukupnya dan menghargai karyanya adalah bentuk penghormatan atau apresiasi secara tulus. 

Ketiga, karena menulis merupakan ajang terapi atau self healing dari trauma masa kecil saya. Kehilangan sosok ibu, jauhnya sosok ayah, dan sebagai survivor sex child abuse adalah sesuatu yang sangat berat saya alami. Menulis membuat beban yang saya rasakan menjadi lebih ringan, apalagi kalau dibarengi dengan uraian air mata, sangat membuat dada ini lega.

Apa jenis tulisan yang diminati Dhona Maria Ananda? Fiksi atau Non-Fiksi?

Saya gemar sekali membaca tulisan fiksi, tapi kalau harus menulis saya lebih memilih non-fiksi, hehe. Kenapa? Kembali lagi kepada cerita latar belakang saya, tulisan fiksi membuat saya seperti pergi ke dunia lain. Memang tampak seperti melarikan diri sejenak dari kenyataan hidup, tapi saya membutuhkannya. Iya, terhanyut dalam imajinasi atau khayalan, membayangkan diri terlibat dan berpetualang di cerita tersebut membuat saya melupakan trauma masa kecil sejenak. Menyenangkan rasanya seolah-olah dapat berubah menjadi sosok baru dengan cerita kehidupan lain.

Cerita fiksi
Sumber: canva

Contohnya ketika saya membaca novel Manuscript Celestine dari James Redfield yang menceritakan tentang petualangan menemukan manuskrip berisi 9 wawasan yang dapat mengubah tatanan kehidupan manusia selanjutnya. Atau novel Dan Damailah di Bumi karya Karl May yang menceritakan petualangan berkunjung ke berbagai penjuru dunia dengan mengangkat prinsip kemanusiaan tentang keberagaman suku bangsa dan budayanya.

Cerita non-fiksi
Sumber: canva

Nah, kalau saya yang disuruh menulis, buru-buru saya ambil jalur non-fiksi agar pikiran saya tetap membumi, tidak terlalu berkhayal tingkat tinggi. Entah kenapa, mengingat latar belakang saya, menulis cerita fiksi membuat nyali saya sedikit menciut. Ada kemungkinan bahwa saya akan lebih betah tinggal di dalam cerita fiksi atau dapat membawanya ke dunia nyata, jadi saya menghindarinya, hehe. 

Menulis non-fiksi membuat saya fokus atau aware terhadap hal-hal faktual yang terjadi di sekitar. Menulis non-fiksi juga membuat saya belajar untuk bercerita dengan kejujuran atau apa adanya, tanpa memikirkan alur cerita atau reka adegan. Selain itu, menulis non-fiksi memberi kesempatan saya untuk berbagi inspirasi mengenai pengalaman dan informasi yang bermanfaat. Dengan begitu secara tidak langsung saya sudah dapat menolong dengan memberi solusi bagi orang yang membutuhkan. Harapannya tulisan saya juga kelak dapat menjadi investasi di akhirat. Aamiin.

Nah, Teman-teman, kira-kira begitulah secara singkat cerita mengenai idola dan jenis tulisan yang diminati seorang penulis baru, Donna Maria Ananda. Semoga bermanfaat, ya!


Plamdemic Growth YouTube Channel: Donna Maria Ananda

Sunday, September 18, 2022

Cerita Awal Menulis di donnamariaananda.blogspot.com

Penulis: Dhona Maria Ananda

Cerita awal menulis
Sumber: canva


Teman-teman, seperti alam semesta setiap segala sesuatu pasti ada awal mulanya. Begitupun dalam dunia literasi, setiap penulis pasti memiliki ceritanya masing-masing termasuk pertama tertarik masuk dunia tulis menulis. Ada yang memang suka menulis dari kecil, ada yang menjadi penulis karena pekerjaan, bahkan ada yang melakukannya karena tak sengaja masuk ke dunia literasi. Inilah ceritaku, Teman! Semoga dapat menginspirasi, ya.


Siapa Donna Maria Ananda?

Saya merupakan generasi Milenial yang memiliki sifat ekstrovert to introvert. Kenapa saya bilang begitu? Karena sebenarnya saya sangat suka sekali tampil di depan umum. Sedari kecil saya seperti tidak punya malu untuk melakukan atraksi menyanyi atau menari di tempat umum. Siapapun dan dimanapun apabila ada yang menyuruh saya bernyanyi atau menari, with my pleasure! Hehe. 
Saya ingat sewaktu kecil, kala itu sedang bermain sambil berniat jajan saya datang ke sekolah yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah. Entah tau dari mana, seorang guru memanggil saya untuk bernyanyi di depan anak-anak SD, padahal waktu itu saya belum sekolah. Dengan riangnya saya langsung menyanyi dan menari tanpa beban (memalukan kalau saya ingat itu, hehe). Maka dari itu saya berani menyatakan diri saya ekstrovert, karena hal tersebut tidak terjadi satu atau dua kali saja, tetapi sering, hihi.

Child trauma
Sumber: canva

Satu hal yang merubah saya menjadi introvert, yaitu kehilangan ibu saya. Iya, saya kehilangan ibu saya sewaktu saya berusia delapan tahun. Entah kenapa sejak saat itu dunia terasa terlihat buram. Saya seperti kehilangan semangat sampai tidak nafsu makan. Saya kehilangan tempat saya bercerita, patner bernyanyi, dan tempat berteduh. Ayah saya saat itu sibuk mengejar karir. Saya dan kedua adik dititipkan di rumah nenek yang letaknya waktu itu di dalam sebuah yayasan sekolah bernama Karya Bhakti milik kakek saya. Jarak antara rumah ke gerbang luar cukup jauh, sehingga saya hanya bisa bermain sendiri di dalam lingkungan sekolah tersebut tanpa teman sebaya. Di Sekolah Dasar pun saya tidak pandai berteman. Saya mempunyai teman karena mereka ingin menjadi teman saya, bukan saya yang memang ingin berteman.

Sebenarnya ada satu kejadian lagi yang membuat saya menjadi seorang introvert. Saya mengalami sex child abuse pada usia 7 tahun oleh orang yang tak dikenal. Semenjak itu, saya tidak percaya dengan orang dewasa, khususnya berjenis kelamin laki-laki. Banyak pertanyaan muncul yang tidak dapat saya jawab. Entah kenapa sayapun tidak dapat bercerita kepada siapapun, mengingat ibu sewaktu itu sedang sakit parah. Di mata saya dunia beserta isinya jadi tampak begitu menakutkan dan mengerikan. Itulah awal mula saya menjadi seorang yang sangat pendiam.

Bagaimana Awal Mula Masuk Dunia Literasi?

Berawal dari latar belakang tersebut di atas, saya mulai tertarik pada dunia literasi. Saya jadi lebih suka membaca dari pada menyanyi dan menulis dibandingkan menari. Sejak saat itu, saya seperti sulit mengeluarkan kata-kata dari mulut. Apa yang ada dalam hati terkadang tidak sejalan dengan apa yang saya katakan. Saya kesulitan untuk mengungkapkan perasaan dan apa yang dirasakan melalui kata-kata. Oleh karena itu, saya mulai tertarik menulis buku. Tepatnya semenjak SMP saya mulai menulis buku harian, meski tidak rutin mengisinya. Hanya disaat sedih atau kecewa saya menuangkannya melalui tulisan. Kegiatan tulis menulis itu berlangsung sampai saya kuliah. 

Setelah lulus kuliah, saya sempat terputus dengan dunia tulis menulis karena mulai merasakan dampak dari trauma masa kecil. Saya akhirnya putar haluan menjadi seorang penyanyi untuk bertahan hidup. Setelah sepuluh tahun di dunia entertaintment, saya akhirnya melepas karir sebagai seorang penyanyi. Salah satunya karena saya memiliki anak. Saya tidak ingin anak saya merasa kekurangan atau bahkan kehilangan kasih sayang ibunya. Saya sempat kebingungan mau kemana dan mulai dari mana setelah lepas dari dunia hiburan. 
Donna maria ananda dan chika ananda
Sumber: dok.pribadi

Beruntung saya memiliki adik yang bergerak di bidang literasi. Ia menyarankan saya untuk ikut kegiatan Nulis Bareng batch tiga mengenai parenting agar ada kegiatan. Dari sana juga saya mulai lebih dekat mengenal Indscript Creative dan Teh Indari Mastuti. Padahal sebelum menikah jarak tempat tinggal saya dengan rumah Teh Indari dapat ditempuh dengan jalan kaki, hehe.
Sekarang saya telah menulis 38 buku antologi, menjadi youtuber dan blogger. Memang sesuatu akan indah pada waktunya. Bukan begitu, adikku Chika Ananda? Hehe. Terima kasih telah menjadi penunjuk arah dan penyemangat untuk bangkit kembali. 

Selamat datang di dunia literasi wahai Donna Maria Ananda, nikmatilah setiap langkah mu agar bernilai ibadah di mata Tuhan mu.
Jadi, apa ceritamu, Teman?


Plandemic Growth Youtube Channel: Donna Maria Ananda

Saturday, September 17, 2022

Liplapin Review: Lip Balm dan Lip Scrub Alami Dengan Harga Terjangkau

Penulis: Dhona Maria Ananda 

Liplapin Lip Balm
Sumber: Liplapin

Teman-teman, siapakah disini yang tidak mengenal lip balm dan lip scrub? Sebagian besar perempuan tentu sangat mengenalnya dengan baik. Apalagi untuk orang yang memang memiliki langganan bibir kering dan pecah-pecah. Lip balm dan lip scrub sangat membantu untuk mengurangi keluhan tersebut. Nah, kali ini artikel ini akan mereview mengenai salah satu lip balm dan lip scrub alami merek lokal yang aman di bibir yaitu Liplapin. Penasaran? Yuk, disimak artikelnya!

Sumber: Liplapin

Berawal dari kondisi bibir yang sering terlihat pucat, kering dan pecah-pecah, mulailah saya berselancar di internet untuk menemukan jawaban dari kebingungan ini, hehe. Eh, mata saya langsung tertuju kepada keimutan bentuk dan warna produk lip balm dan lip scrub dari Liplapin. Beneran loh, warna-warna pastelnya mengingatkan saya pada berbagai macam kembang gula yang saya sukai, jadi gak perlu pikir lama untuk langsung order.

Harganya pun cukup terjangkau, loh. Untuk mendapatkan satu paket lip balm dan lip scrub, saya hanya perlu mengeluarkan uang 100k saja. Paket pun langsung meluncur ke rumah.

Liplapin Lip scrub marshmellow
Sumber: Liplapin


Liplapin Lip Scrub - Marshmellow

Langkah awal memperbaiki masalah bibir pucat, kering dan pecah-pecah, tentunya selain melakukan perawatan tubuh dari dalam saya melakukan scrub at least seminggu dua kali (bagusnya sih setiap hari, hehe). Kenapa? Karena hal tersebut dapat mengangkat sel-sel kulit mati pada bibir kita, sehingga terlihat lembut dan warnanya tidak kusam. Selain itu, lip scrub dapat mengurangi kemungkinan bibir menghitam akibat bahan kimia yang ada pada lip product yang biasa digunakan sehari-hari. 

Selain varian Marshmellow, Liplapin menyediakan berbagai aroma dan rasa green tea, caramel, cotton candy, banana, bubble gum, dan strawberry. Nah, yang saya beli itu varian marshmellow, jadi kaya nge-scrub pakai masrhmellow gitu, hehe. Oh iya, Lip scrub ini dikemas dalam bentuk jar kecil dengan lapisan alumunium yang harus dibuka ketika pertama kali pakai. 

Review Lip balm dan Lip scrub
Sumber: dok.pribadi

Cara pakainya, setelah bibir dibersihkan dan dilap sampai kering, oleskan lip scrub Liplapin ke bibir. Tunggu kurang lebih tiga menit, setelah itu bersihkan dengan tissu atau kain. Hasilnya bakal langsung terlihat setelah rutin pemakaian, bibir saya tampak lebih lembut, dan berwarna lebih cerah.

Liplapin lip balm strawberry kiss
Sumber: Liplapin

Liplapin Lip balm - Strawberry Kiss

Nah, setelah rajin scrub bibir, tentunya kelembaban bibir juga harus senantiasa terjaga dong. Untuk itu saya lebih suka menggunakan lip balm dibanding lipstick. Varian Liplapin lip balm yang saya coba kali ini adalah strawberry kiss, karena warnanya terlihat lebih segar di mata saya, hehe. Adapun varian lainnya adalah Red Rose dan Cocoa Butter

Review Liplapin lip scrub dan lip balm
Sumber: dok.pribadi

Oh iya, lip balm ini ada sedikit pewarnanya ya, jadi tidak pure transparan warnanya. Tapi warnanya tidak begitu mencolok, kok, masih terlihat natural. Bentuknya juga seperti bungkus permen pagoda yang bentuknya segitiga itu loh, tapi dengan warna pastel yang menggoda. Jangan lupa untuk menyimpan Liplapin lip balm di suhu kamar atau sejuk, ya! 

Liplapin lip scrub Marshmellow
Sumber: dok.pribadi

Buat yang penasaran dengan kandungan bahannya, lip balm ini bebas dari bahan petroleum jelly, pengawet, dan bahan kimia yang berbahaya, kok, jadi tidak akan merusak tekstur dan warna bibir. Kandungan shea butter, sweet almond oil, beeswax, vitamin E oil, coconut oil, natural essential oil, dan jojoba oil akan menjaga dan merawat bibir tetap sehat.

Liplapin lip balm strawberry kiss
Sumber: dok.pribadi

Over all, saya masih pakai lip scrub dan lip balm Liplapin sampai sekarang, karena cocok di bibir dan harganya terjangkau.


Semoga artikel ini membantu menyelesaikan problem bibir Teman-teman juga ya!


Plandemic Growth Youtube Channel: Donna Maria Ananda


Friday, September 16, 2022

Pentingnya Digital Branding Bagi Bisnis Online

Penulis: Dhona Maria Ananda

Pentingnya digital branding untuk bisnis online
Sumber: canva


Teman-teman, pandemi membawa perubahan baru bagi masyarakat di seluruh dunia mengenai teknologi. Hampir semua lini kehidupan kini menggunakan layanan digital termasuk bisnis. Bisnis berbasis digital membuat persaingan semakin ketat karena dirasakan banyak kemudahan. Oleh karena itu, setiap perusahaan atau bisnis memerlukan branding agar dapat terus bertahan. 

Artikel ini membahas pentingnya digital branding bagi bisnis online dan bagaimana cara melakukan digital branding atau melalui apa saja digital branding dapat dilakukanTentunya bersama salah satu praktisi digital marketing yang berpengalaman di Indonesia. Selamat menyimak!


Apa itu branding dalam bisnis?

Secara sederhana, branding diartikan sebagai praktik pemasaran sebuah perusahaan dengan menciptakan nama, simbol, atau desain yang mudah diidentifikasi sebagai milik suatu bisnis atau perusahaan. Digital branding berarti semua praktik pemasaran tersebut dilakukan dalam jaringan internet.

Apa tujuan branding?

Branding ditujukan sebagai pembeda suatu produk dengan kompetitornya. Hal tersebut berguna sebagai usaha mengendalikan pasar dan sebagai strategi survive suatu produk atau perusahaan.

Melalui apa saja digital branding dapat dilakukan?

1. Logo

Mencakup tulisan atau gambar, gaya desain, ukuran, dan skema warna.

2. Website

Mencakup nama domain, hosting, dan desain web, struktur, keamanan dan kenyamanan pelanggan.

3. Brand Messaging

Mencakup jawaban dari pertanyaan berikut:

- Apa yang ditawarkan bisnis?

- Apa yang bisnis perjuangkan?

- Mengapa bisnis tersebut penting?

Jawaban pertanyaan diatas harus memiliki ciri khas, membuat audiens penasaran, dan usahakan menggunakan jargon serta style yang unik.

4. SEO

Mencakup struktur URL, penggunaan SSL/TSL, topik konten, search intent, struktur konten, meta tags, backlink, dan kecepatan website.

5. Sosial Media

Instagram, Twitter, Facebook, TikTok, dan lain sebagainya.

6. Email Marketing

Mencakup daftar email bertarget, apa yang ingin dicapai, segmen pelanggan yang spesifik.

7. Online Advertising

Mencakup search engine ads, display ads, sosial media ads, mobile feed dan desktop feed ads, retargeting ads, dan Google adwords.

8. Content Marketing

Mencakup penentuan tujuan, riset buyer persona, pilih platform, brainstrom ide dan jenis konten, serta audit konten.

9. Influencer Marketing

Pilih seorang influencer yang sesuai dengan misi dan bisnis dan minta agar dia membicarakan merek kepada pengikutnya.

Berikut merupakan jenis Influencer yang dapat dimintai kerjasama: mikro (10k follower), makro (100k follower), premium (top influencer), selebgram (public figure), youtuber, dan blogger.

Apa pentingnya digital branding bagi bisnis online?

Digital branding penting untuk bisnis online karena hal tersebut merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan sebuah brand ke konsumen secara luas di tengah persaingan bisnis. Contohnya Fitur Reels di Instagram. Reels merupakan fitur yang telah disusun sedemikian rupa dengan berkaca pada kesuksesan TikTok dengan 800 juta pengguna di seluruh dunia. Hal tersebut memungkinkan sesuatu/produk menjadi trend viral dalam waktu yang singkat, apalagi apabila target Teman-teman adalah milenial dan Gen Z. Selain itu, anda dapat menggunakan fitur Reels sambil mengedukasi audiens, menunjukan personality brand dan nilai bisnis, serta menekankan perbedaan produk dan service dari kompetitor. Tentunya dengan tampilan video pendek yang menarik.

Menurut salah satu praktisi digital marketing Indonesia, Kang Ege, melakukan posting konten secara konsisten setiap hari dapat menaikan algoritma akun di Instagram. Selain keahlian edit video yang akan meningkat, akun Reels pun akan mulai direkomendasikan secara otomatis oleh Instagram kepada audiens. Kang Ege juga bilang kalau posting secara konsisten akan menciptakan bonding atau ikatan dengan audiens yang lebih erat. Sama halnya dengan Digital branding yang juga akan membantu pebisnis dalam membangun koneksi dan hubungan dengan pelanggan.

Hal senada juga disebutkan oleh Teh Indari Mastuti, selaku founder Indscript Creative, bahwa ia sedang menggiatkan kegiatan one day one live streaming @indarimastutirezky setiap hari dari pukul 11.00 sampai pukul 12.00 siang agar akun Instagramnya (bisnisnya) dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat umum dan agar tercipta hubungan yang lebih intim dengan pelanggan. 


Nah, Teman-teman, begitulah secara singkat gambaran mengenai pentingnya digital branding bagi Bisnis Online, mudah bukan? Intinya, kalau kata Teh Indari Mastuti, take action saja! Kalau Kang Ege bilang, just do it and make duit! 

Semoga bermanfaat artikelnya.


Plandemic Growth YouTube channel: Donna Maria Ananda

Wanita Dengan Jadwal Kerja Malam Susah Hamil?

  Penulis: Dhona Maria Ananda Zonadona.com Kesuburan merupakan salah satu faktor yang menjadikan peluang kehamilan seorang wanita semakin ti...